Puisi

Puisi-puisi Karya Ninik Sirtufi Rahayu

Malam Temaram

 

ketika malam temaram mendekap rindu

kulirik jarum jam yang sembunyikan luka

berpacu dengan waktu hilangkan noda di dada

bersama rintik tak kunjung reda

membekap gagap sebuah perasaan yang sama

rindu mengayun di ujung daun

sesaat embun beranjak turun

kemarin

 

Malang, 11 November 2022

 

 

Becermin pada Petaka

meliuk tertekuk di tengah hujan

menjelang malam tak kenal sesiapa

tiris tipis tak tertepis hingga banjir melanda

sang hujan membadai begitu masa bodo

menerpa siapa saja kapan saja

 

hangat mentari terusir sejak selumbari

mendung termenung seolah sedang bingung

‘kan menyapa surya enggan menyembul muka

 

seleret kabar melintas sepintas

rasa empati dan simpati terusik jelas

korban gempa mencapai hampir tiga ratus jiwa

begitu tiba-tiba menghentak persada nusantara

seolah Allah sedang murka

 

petaka dan bencana menghardik insan di bantala

ingatkan akan kesalahan, kekhilafan, dan dosa

jangan jumawa: bukankah kita debu semata

 

jangan semena-mena atau durhaka

toleh kembali coba lihat tengkuk sendiri

tak perlu gegabah menghakimi

sebab diri sendiri belum tentu punya arti

bahkan mungkin tak tahu diri

 

sepenggal doa kita panjatkan segera

kiranya Allah berkenan menguatkan mereka

yang sedang terpapar derita malapetaka

 

Malang, 24 November 2022

 

Dra. Ninik Sirtufi Rahayu, M.Pd. Pensiunan ASN. Nama  kunyah  Ni Ayu, lahir di Tulungagung, 23 November dan tinggal di Malang, Jawa Timur. Telah  memiliki 17 buku solo dan 95 buku antologi. Editor  freelance. Sedang mengikuti  kelas puisi Asqa Imagional School dan beberapa komunitas menulis. Penulis aktif di media sosial Instagram @niniksirtufirahayu, dengan alamat posel ninik.sirtufi@gmail.com.

Tinggalkan Balasan